Bisnis  

7 Tips Digitalisasi UMKM di Indonesia

Payment Gateway di Indonesia

Digitalisasi UMKM merupakan langkah penting dari perkembangan bisnis UMKM konvensional menjadi online agar produk UMKM lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Tujuan dari digitalisasi UMKM adalah untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan akses pasar bagi UMKM. Digitalisasi pada UMKM tidak hanya sekadar memiliki kehadiran online, tetapi juga tentang bagaimana UMKM memanfaatkan teknologi digital secara efektif untuk mengoptimalkan proses bisnis UMKM.

Dalam praktek digitalisasi UMKM, sebenarnya hal yang dilakukan tidak terbatas pada cara pemasaran atau promosi saja, namun juga kemudahan pembayaran dari aktivitas bisnis yang dilakukan UMKM. Hal ini akan membawa manfaat baik dari sisi pelaku UMKM hingga pembeli atau pelanggan.

Strategi digitalisasi yang tepat dapat membantu UMKM untuk meraih kesuksesan dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diadopsi oleh UMKM agar sukses dalam proses digitalisasi.

7 Tips Digitalisasi UMKM

1. Memahami Kebutuhan Pasar

Langkah pertama dalam tips digitalisasi UMKM yang perlu dilakukan pelaku UMKM untuk bisa sukses di era digitalisasi, adalah mengetahui kebutuhan pasar. Penting untuk memperhatikan produk apa yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat. Poin penting ini akan sangat membantu UMKM agar sukses karena memiliki produk yang sesuai dengan permintaan pasar.

Riset tentang kebutuhan pasar akan membantu dalam menyesuaikan penawaran produk UMKM agar lebih relevan dan menarik di pasar digital, serta dalam menentukan posisi pasar yang tepat.

Tentunya juga dengan adanya riset pasar ini juga akan membuat kualitas produk UMKM semakin tingg yang akan menaikkan nilai tambah bila produk UMKM memiliki keungggulan dibandingkan kompetitor.

2. Riset Kompetitor

Pelaku UMKM dalam melakukan digitalisasi harus mengetahui data dari pasar dan kompetitor yang telah melakukan digitalisasi dengan riset untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan saat ini, serta untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh pesaing.

Dengan riset kompetitor, pelaku UMKM dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari produk kompetitor.

Hal tersebut perlu dilakukan agar bisa meningkatkan kualitas yang dimiliki oleh usaha UMKM, apa saja yang sekiranya perlu diubah atau ditambahkan.

Selain itu, riset tersebut sangat berguna bagi pelaku UMKM dalam membangun bisnis secara digital karena dapat menemukan kekurangan dan bisa memberikan value lebih pada bisnis yang dijalani UMKM.

3. Kembangkan Model Bisnis

Pengembangan model bisnis adalah tentang memodifikasi atau mengganti model bisnis tradisional dengan yang lebih sesuai untuk lingkungan digital.

Ini bisa berarti menambahkan saluran penjualan online, mengadopsi model berlangganan, atau menyediakan layanan berbasis digital. Perubahan ini membantu UMKM tetap relevan dan kompetitif dalam pasar yang terus berubah.

4. Memiliki Prosedur Standar Operational (SOP)

Ketika ingin menjalankan sebuah UMKM tentu perencanaan bisnis atau business plan yang matang ini sangat penting. Tidak hanya diperlukan pada saat memilih dan memulai suatu usaha, tetapi bisa juga digunakan untuk mengevaluasi sampai usaha terus berkembang.

Perincian tentang rencana bisnis ini bisa disebut juga sebagai SOP (Standard Operational Procedure), yaitu standarisasi kegiatan dalam usaha sesuai kebijakan dan aturan. Melalui SOP dalam suatu perusahaan tentu sangat bermanfaat untuk menjaga konsistensi prosedur kerja dalam sebuah usaha.

Selain itu, juga memberikan konsistensi pada tanggung jawab dan wewenang serta mampu meminimalisir kesalahan karena langkah-langkah pekerjaan secara rinci sudah dijelaskan dalam SOP. Dengan memiliki SOP yang jelas juga berfungsi agar pekerjaan menjadi lebih mudah dalam pendelegasian karena pembagian pekerjaan lebih jelas.

5. Kolaborasi dan Kemitraan

Membangun kolaborasi dan kemitraan dengan bisnis lain, terutama yang berbasis digital, dapat membantu UMKM dalam memperluas jangkauan dan kemampuan mereka.

Kemitraan ini bisa berupa kerjasama pemasaran, berbagi sumber daya teknologi, teknologi pembayaran, atau kemitraan strategis untuk menjangkau pasar baru atau mengembangkan produk baru.

6. Pemasaran Digital

UMKM harus mulai memanfaatkan pemasaran digital untuk meningkatkan visibilitas dan jangkauan mereka. Ini melibatkan penggunaan alat dan strategi berbasis marketing digital seperti media sosial, SEO, iklan online, dan email marketing.

Dengan pemasaran digital, UMKM dapat menjangkau audiens yang lebih luas dengan biaya yang lebih efisien, membangun brand awareness, dan meningkatkan penjualan.

7. Menggunakan Teknologi Pembayaran

UMKM online dalam menjual produknya membutuhkan pembayaran yang mudah bagi pembeli. Pembayaran digital atau electronic payment sangat disukai pasar karena kemudahannya. Dimana, pembeli bisa memilih metode pembayaran apa yang disukainya dengan banyak pilihan. Cashless adalah metode pembayaran yang banyak digunakan saat ini dalam kegiatan belanja online.

UMKM dapat menggunakan teknologi pembayaran menggunakan payment gateway yang terintegrasi sehingga platform jualan UMKM digital dapat menerima pembayaran melalui virtual account, QRIS, e-wallet, hingga jaringan gerai minimarket modern.

Kebutuhan teknologi pembayaran untuk UMKM digital dapat melalui Winpay selaku provide payment gateway di Indonesia. Jadi, digitalisasi UMKM sangat penting bagi setiap pemilik bisnis berbasis UMKM. Ada banyak manfaat melakukan transformasi digital ini, seperti peluasan pasar, mendapatkan banyak pelanggan potensial, efisiensi bisnis, hingga memaksimalkan proses bisnis dalam hal transaksi hingga pembayaran.